Tuesday, July 28, 2009

Honda Blade Tampil Memukau





Honda Blade membuktikan diri mampu memukau pengunjung Ten Mild Road Race di lapangan Merdeka Binjai, 26 Juli yang lalu. Berbekal settingan awal, Honda Blade mampu meraih juara di beberapa kelas . Di kelas Honda One Make Race 110, pembalap – pembalap yang bergabung dalam Kita Kita Racing Community merebut tiga dari lima hadiah yang diperebutkan yakni Juara I, III dan IV masing – masing oleh Eko dari RPM – Deli Serdang, Ricky Hamdani dari Indako Trading Co. – P.Sidempuan dan Tomy Akbar dari Indako Rantau Prapat.
Sedangkan Rizky Fauzi dari dan Dedi Azwar dari Honda Kita Kita membuktikan keunggulan Honda Blade di kelas 110 pemula murni khusus bersaing dengan sepeda motor 110 cc merk lainnya. Honda Blade yang dibawa kedua pembalap tersebut dari awal start hingga akhir lap menarik perhatian pengunjung dengan posisi yang sangat ketat dengan Ridhoni dari BMS. Ketiga pembalap tersebut silih berganti memimpin perlombaan dari awal race dan meninggalkan racer – racer lainnya. Melalui settingan awal ini, Rizky naik di podium kedua disusul Dedi Azwar di podium ketiga.
Sementara itu Andrey yang menggunakan Honda Blade 110 cc dari Gloliar Mentari Wisesa yang mengikuti kelas 125 cc pemula murni khusus bersaing dengan peserta dari beberapa merk, berhasil menempatkan diri di urutan pertama pada saat penyisihan. Di final, Andrey sempat memimpin di tiga lap awal sebelum akhirnya terkejar oleh M.Ali Alatas dari Pertamina Enduro karena trouble di mesin sehingga harus meninggalkan arena balap. Rekan setimnya, M. Rinal dari Sagita yang sejak awal susul menyusul dengan Andrey dan M. Ali Alatas dengan menggunakan Honda Blade berhasil menempatkan diri di urutan kedua di kelas ini.
Syabra Buana, pimpinan Kita – Kita Racing cukup puas atas hasil kerja – keras pembalap – pembalapnya walaupun dengan settingan awal sudah memberikan hasil yang luar biasa.
“Mudah – mudahan beberapa settingan yang masih bermasalah dapat segera disempurnakan di serie berikutnya. Lima dari enam unit Honda Blade yang disiapkan mampu meraih predikat juara. Pembalap Kita – Kita mampu beradaptasi dengan baik dengan Honda Blade karena cukup ringan untuk dipacu. Honda Blade pantas disebut terbaik dikelasnya” Ungkap Syabra.
Sementara itu, Leo Wijaya Marketing manager CV. Indako Trading Co. memberikan apresiasi yang tinggi kepada tim racing Kita – Kita yang mampu menunjukkan kepada masyarakat luas tentang keunggulan Honda Blade.
“Hasil balapan serie pertama Ten Mild Road Race ini sangat memuaskan. Kerja keras tim mampu menunjukkan keunggulan Honda Blade yang memiliki performa mesin yang tinggi, lincah dan gesit. “ Ungkap Leo Wijaya.

Tuesday, July 21, 2009

Fitur Honda Ditiru






Keinginan Honda untuk mempelopori sepeda motor matik yang aman dan nyaman telah membuahkan hasil. Parking brake lock/Tuas Pengunci Rem dan side stand switch/ standar samping otomatis yang selama ini merupakan ciri khas matik Honda diberitakan bakal ditiru merk lain. Parking brake lock merupakan fitur yang saat ini diterapkan di matik Honda untuk memberikan kenyamanan pengendara saat parkir dan berjalan di tanjakan. Fitur ini sangat membantu mengoperasikan sepeda motor yang serba otomatis terutama di jalan bertanjakan. Sedangkan side stand switch merupakan standar samping otomatis yang memberikan kenyamanan dan keamanan pemakai matik yang tidak siap menjalankan kendaraannya. Sepeda motor tidak dapat dioperasikan jika cagak samping tidak dinaikkan sehingga dapat menghindari keteledoran pemakainya ataupun mencegah sepeda motor dioperasikan anak – anak yang mengambil kunci tanpa sepengetahuan orang tuanya dan menghidupkan kendaraan. Sepeda motor matik tidak memiliki gigi netral sehingga sangat berbahaya bagi pemakai yang tidak siap mengoperasikan kendaraan tanpa fitur pengaman seperti standar samping otomatis.
“Keinginan merk lain untuk menerapkan dua fitur tersebut kembali membuktikan Honda selalu terdepan dalam penerapan teknologi. Sama halnya saat Honda mempelopori mesin 4 tak yang terkenal akan keiritannya dan hingga saat ini mesin 4 Tak Honda terus dikembangkan sehingga masih jauh lebih irit. Generasi mesin terbaru 110cc Honda menggunakan Efficient Fuel Technology ( EFT ) dengan keunggulan piston bertekstur sehingga mengurangi gesekan piston yang pada akhirnya pemakaian bahan bakar akan lebih irit.” Ungkap Gunarko Hartoyo, promotion head CV. Indako Trading Co.
“Kami menyambut baik pihak - pihak lain yang ingin menerapkan kedua fitur tersebut karena akan sangat bermanfaat bagi keamanan dan kenyamanan pemakai sepeda motor matik. Matik Honda masih memiliki keunggulan yang sulit tertandingi yakni keiritannya. Honda BeAT yang pernah diujicoba oleh wartawan – wartawan otomotif dalam kontes pemakaian bahan bakar dapat mencapai keiritan bahan bakar hingga 73,5 km/ liter.” Ungkap Leo Wijaya, marketing manager CV. Indako Trading Co.
Sejak diluncurkan pertengahan tahun 2008, Honda BeAT diterima di pasar dengan sangat baik karena keunggulan fitur – fitur dan keiritan bahan bakar yang dimilikinya. Matik yang diluncurkan dengan konsep musik ini mampu menarik perhatian masyarakat. Bahkan otomotif award menganugerahkan Honda BeAT sebagai matik paling irit.
“Penerapan dua fitur tersebut merupakan pengakuan pihak lain atas keunggulan teknologi Honda. Kami yakin kepeloporan Honda pada akhirnya akan meningkatkan citra Honda dan tidak ada alasan bagi kami untuk menolak peniruan sebagian teknologi demi tujuan penyediaan matik yang terbaik bagi masyarakat sepanjang belum melanggar Hak – Hak Kekayaan Intelektual. Kepeloporan Honda dalam menyediakan transportasi yang berkualitas dan irit juga dapat dilihat dari peluncuran Supra X 125 Injeksi di tahun 2006 sebagai pelopor mesin injeksi di type cub. Mesin injeksi ini juga diyakini akan menjadi teknologi masa depan yang lebih irit karena sistem peminyakannya menggunakan sistem elektrik sehingga proses peminyakan terkontrol”, jelas Arifin Posmadi, General Manager CV. Indako Trading Co.

Monday, July 6, 2009

Satu sendok berharga 29 Milyard






Pada saat ini, kita dihadapkan pada kondisi harga minyak dunia yang terus melonjak. Untuk mengatasi masalah ini sebenarnya semua pihak harus memiliki pandangan yang sama untuk melakukan penghematan bahan bakar khususnya Bahan Bakar Minyak ( BBM ). Pemakaian BBM ini tidak sedikit dikonsumsi oleh alat transportasi yang diminati masyarakat saat ini yakni sepeda motor. Sehingga tidak mengherankan, pada akhirnya para produsen sepeda motor berlomba-lomba mengklaim dirinya sebagai sepeda motor yang paling irit.
“ Semua pihak bisa dan sah-sah saja membuat pengakuan paling irit, namun pada akhirnya yang paling menentukan adalah konsumen. Para pemakai sekarang sudah cukup cerdas untuk memilih sepeda motor yang benar-benar terbukti irit, bahkan Honda sendiri sudah diakui oleh produsen lain, bahwa bedanya satu sendok atau 15 cc per liter pemakaian . Walaupun pada kenyataannya Honda bisa irit hingga di atas 20 % atau 200 cc“, ungkap Gunarko Hartoyo, Promotion Head CV. Indako Trading Co.

Gunarko menggambarkan jika dianggap benar Honda cuma irit satu sendok, Honda sudah bisa menghemat pemakaian minyak kurang lebih 29 Milliar Rupiah per tahun, perhitungan ini berdasarkan asumsi satu unit Honda menggunakan minyak rata-rata 150 Liter/Tahun dengan total penjualan Honda di Tahun 2008 sebanyak 2.874.576 unit. Jumlah itu belum termasuk sepeda motor yang dijual di tahun-tahun sebelumnya.

“ Walaupun sesendok, Honda memberi manfaat yang besar. Keiritan Honda bukan merupakan trik pemasaran karena semuanya benar-benar didukung oleh teknologi menjadikan Honda benar – benar irit, seperti kehadiran mesin terbaru 110 cc yang dilengkapi teknologi Efficient Low Friction Technology (EFT), dimana piston generasi mesin terbaru ini bertekstur, sehingga mengurangi gesekan dan pada akhirnya mengurangi penggunaan bahan bakar ” Ungkap Leo Wijaya, Marketing Manager CV. Indako Trading Co.

Secara konsisten Honda terus melakukan inovasi dalam menghadirkan sepeda motor yang berkualitas, baik dalam hal model maupun keiritannya. Mesin-mesin Honda selalu didukung teknologi yang ditujukan untuk keiritan bahan bakar, seperti teknologi CECS, dimana hasil pembakaran utama tidak langsung dibuang ke udara bebas, namun dimasukkan kembali ke ruang bakar, sehingga tidak banyak bahan bakar yang terbuang percuma.
“ Kepeloporan Honda dalam menyediakan transportasi yang berkualitas dan irit juga dapat dilihat dari peluncuran Supra X 125 Injeksi di tahun 2006 sebagai pelopor mesin injeksi di type cub. Mesin injeksi ini diyakini akan menjadi teknologi masa depan yang lebih irit karena sistem peminyakannya menggunakan sistem elektrik sehingga proses peminyakan terkontrol”, jelas Arifin Posmadi, General Manager CV. Indako Trading Co.

Wednesday, June 24, 2009

Dua unit Honda Blade siap diperebutkan pembalap






CV. Indako Trading Co., main dealer Honda di Sumatera Utara menunjukkan keseriusannya untuk menampung hobby anak muda di dunia balap. Dua unit Honda siap diperebutkan oleh pembalap pemula di dua kategori lomba yakni standard pemula 110 cc dan standard pemula 125 cc /Honda CS 1 One Make Race Honda. Pembalap yang berhasil mengambil poin tertinggi dari 5 seri One Make Race Honda berhak atas satu unit Honda Blade untuk masing – masing kategori. Balapan yang menjadi bagian dari Ten Mild Road Race ini direncanakan akan dimulai 27 Juli 2009 dan akan berlangsung di lima daerah yakni Binjai, Kisaran, Rantau Prapat, Kabanjahe dan P.Siantar.
Sukses Honda merajai kejuaraan Indoprix tampaknya menyemangati Honda di Sumatera Utara untuk menunjukkan kehandalannya di arena balapan. Pembalap Intrac Honda Racing Team, Rifi Fidia Nasution membuktikan dirinya menjadi yang terdepan dengan menggunakan Honda Blade meraih di salah satu kelas OMR Motorprix Region I Sumatra Putaran II beberapa waktu baru.
Honda Blade yang ditunggangi Rifi merupakan Honda terbaru yang diluncurkan di awal tahun 2009 lalu dengan mengusung mesin terbaru 110 cc. Honda Blade sendiri mendapat pengakuan sebagai terbaik di kelasnya sebagaimana dikupas Motor Plus pada edisi 512. Honda Blade lebih unggul dari segi performa, keiritan, desain dan daya kendali menurut kupasan Motor Plus
“Menghadapi 5 seri kejuaran ini, kami menyiapkan tim balap dengan mempersiapkan beberapa unit Honda Blade. Pilihan kepada Honda Blade lebih bertujuan menunjukkan performa mesin Honda Blade yang tinggi. “ ungkap Leo Wijaya, marketing manager CV. Indako Trading Co.
Soal settingan, mesin Honda Blade 110R punya mesin seri NF110. Untuk keperluan balap, diprediksi gampang diseting. Beda sama generasi sebelumnya, C-Series 97 cc (100 cc) yang diterapkan di Astrea Prima, Grand, Supra sampai Revo.
Akiang, mekanik spesialis balap nasional membuktikan dalam riset terbarunya bahwa Honda Blade memiliki beberapa kelebihan untuk pemakaian di balap. Batang baut tanam Blade lebih gede. Diameternya 6,20 mm, dengan diameter ulir 7 mm atau baut 11.
“Digeber kompresi 13,5 : 1, nggak ada gejala rembes atau bocor. Jadi saya kira sampai 14 : 1 masih kuat,” terang Akiang lagi. Kelebihan lain, posisi baut dengan liner juga masih jauh, sekitar 6 mm. “Jadi selain tekanan saat kompresi nggak terlalu kencang, kalaupun batang mau diubah lebih gede dengan baut 12 juga bisa dilakukan. Tapi dengan batang sekarang sih, rasanya nggak perlu diubah,” papar mekanik yang sukses bikin Gandi Santana melejit di IndoPrix seri Sentul.
Desain mangkuk penutup kepala silinder juga tampak lebih besar dibanding generasi Honda sebelumnya. “Jadi daya tampung oli yang mendinginkan head, kem dan lainnya yang ada di bagian depan lebih banyak. Otomatis, lebih dingin. “terang Akiang, yang juga menyiapkan Blade turun di arena balap.
Hal lain yang beda lagi adalah ukuran laher kruk-as. “Dulu, kruk as patah biasanya di posisi bearing yang batangnya kurang kokoh. Sekarang, laher sudah lebih gede. Jadi, efeknya kruk-as lebih kuat lagi,” yakin Akiang
“Tim balap Intrac Honda Racing akan membuktikan kehandalan Honda Blade di arena balap.” Optimis Min Hian, service manager CV. Indako Trading Co.





CV. Indako Trading Co., main dealer Honda di Sumatera Utara menunjukkan keseriusannya untuk menampung hobby anak muda di dunia balap. Dua unit Honda siap diperebutkan oleh pembalap pemula di dua kategori lomba yakni standard pemula 110 cc dan standard pemula 125 cc /Honda CS 1 One Make Race Honda. Pembalap yang berhasil mengambil poin tertinggi dari 5 seri One Make Race Honda berhak atas satu unit Honda Blade untuk masing – masing kategori. Balapan yang menjadi bagian dari Ten Mild Road Race ini direncanakan akan dimulai 27 Juli 2009 dan akan berlangsung di lima daerah yakni Binjai, Kisaran, Rantau Prapat, Kabanjahe dan P.Siantar.
Sukses Honda merajai kejuaraan Indoprix tampaknya menyemangati Honda di Sumatera Utara untuk menunjukkan kehandalannya di arena balapan. Pembalap Intrac Honda Racing Team, Rifi Fidia Nasution membuktikan dirinya menjadi yang terdepan dengan menggunakan Honda Blade meraih di salah satu kelas OMR Motorprix Region I Sumatra Putaran II beberapa waktu baru.
Honda Blade yang ditunggangi Rifi merupakan Honda terbaru yang diluncurkan di awal tahun 2009 lalu dengan mengusung mesin terbaru 110 cc. Honda Blade sendiri mendapat pengakuan sebagai terbaik di kelasnya sebagaimana dikupas Motor Plus pada edisi 512. Honda Blade lebih unggul dari segi performa, keiritan, desain dan daya kendali menurut kupasan Motor Plus
“Menghadapi 5 seri kejuaran ini, kami menyiapkan tim balap dengan mempersiapkan beberapa unit Honda Blade. Pilihan kepada Honda Blade lebih bertujuan menunjukkan performa mesin Honda Blade yang tinggi. “ ungkap Leo Wijaya, marketing manager CV. Indako Trading Co.
Soal settingan, mesin Honda Blade 110R punya mesin seri NF110. Untuk keperluan balap, diprediksi gampang diseting. Beda sama generasi sebelumnya, C-Series 97 cc (100 cc) yang diterapkan di Astrea Prima, Grand, Supra sampai Revo.
Akiang, mekanik spesialis balap nasional membuktikan dalam riset terbarunya bahwa Honda Blade memiliki beberapa kelebihan untuk pemakaian di balap. Batang baut tanam Blade lebih gede. Diameternya 6,20 mm, dengan diameter ulir 7 mm atau baut 11.
“Digeber kompresi 13,5 : 1, nggak ada gejala rembes atau bocor. Jadi saya kira sampai 14 : 1 masih kuat,” terang Akiang lagi. Kelebihan lain, posisi baut dengan liner juga masih jauh, sekitar 6 mm. “Jadi selain tekanan saat kompresi nggak terlalu kencang, kalaupun batang mau diubah lebih gede dengan baut 12 juga bisa dilakukan. Tapi dengan batang sekarang sih, rasanya nggak perlu diubah,” papar mekanik yang sukses bikin Gandi Santana melejit di IndoPrix seri Sentul.
Desain mangkuk penutup kepala silinder juga tampak lebih besar dibanding generasi Honda sebelumnya. “Jadi daya tampung oli yang mendinginkan head, kem dan lainnya yang ada di bagian depan lebih banyak. Otomatis, lebih dingin. “terang Akiang, yang juga menyiapkan Blade turun di arena balap.
Hal lain yang beda lagi adalah ukuran laher kruk-as. “Dulu, kruk as patah biasanya di posisi bearing yang batangnya kurang kokoh. Sekarang, laher sudah lebih gede. Jadi, efeknya kruk-as lebih kuat lagi,” yakin Akiang
“Tim balap Intrac Honda Racing akan membuktikan kehandalan Honda Blade di arena balap.” Optimis Min Hian, service manager CV. Indako Trading Co.

Tuesday, June 16, 2009

Honda Kecam Isu Negatif





CV.Indako Trading Co., main dealer sepeda motor Honda di Sumatera utara dalam siaran persnya menyesalkan tersebarnya isu – isu negatif yang merugikan Honda akhir – akhir ini.
Isu – isu tersebut mulai dilakukan saat Honda Legenda diluncurkan, Honda legenda diisukan menggunakan mesin Taiwan dan tidak dapat dikorter/ boring. Pada kenyataannya isu ini masih menyebar di masyarakat dengan isu tambahan bahwa Honda menggunakan mesin Taiwan ini berdasarkan pengakuan dari importir. Beragam isu semakin gencar dengan sengaja dilakukan bahkan akhir – akhir ini juga berkembang isu mesin Honda saat ini kurang berkualitas lagi karena menggunakan sparepart sepeda motor Taiwan.
“Isu negatif merupakan suatu usaha pencemaran nama baik dan dapat dipidanakan. Isu – isu negatif dibuat sedemikian rupa oleh beberapa pihak seolah – olah mesin Honda saat ini kurang berkualitas dibandingkan dengan mesin Honda lama. Kami harapkan masyarakat dapat bijaksana dalam menerima informasi yang tidak jelas sumbernya. Penghargaan dari Tabloid Otomotif dan Motor Plus membuktikan Teknologi Honda tetap yang terbaik. Sangat tidak beralasan nama besar Honda dikorbankan dengan pengurangan kualitas bila isu negatif tersebut dianggap benar.” Ungkap Min Hian, Technical Service Manager CV. Indako Trading Co.
Keberhasilan Honda mendominasi motor plus award disusul dominasi Otomotif Award cukup membuktikan Honda diakui sebagai produk berkualitas dan berteknologi tinggi oleh pihak – pihak yang berkompeten dibidangnya. Honda dengan produk-produk andalannya berhasil mendominasi dan menyabet penghargaan di berbagai kategori Otomotif award melengkapi keberhasilan menyabet 19 dari 40 Motor Plus Award.
Untuk kategori ‘paling irit’, Honda berhasil meraih penghargaan Otomotif award hampir di semua lini produknya. Di kategori ‘paling irit’ ini, Otomotif Award menganugerahkan award kepada Honda BeAT di kelas matic, Honda Supra X 125 di kelas bebek 120 -125 cc, Honda Supra X 125 Injection di kelas bebek super, Honda Mega Pro di kelas sport 150 -180 cc dan Honda Tiger di kelas sport 200 – 250 cc. Sedangkan untuk kategori ’Best Value’, Honda berhasil meraih Otomotif Award untuk type Honda Supra X 125 di kelas bebek 120 -125 cc, Honda Mega Pro di kelas sport 150 – 180 cc dan Honda Tiger di kelas sport 200 – 250 cc. Honda CS 1 yang menerima perhargaan tertinggi dari Motor Plus Award sebagai Bike Of The Year berhasil meraih penghargaan ’Desain Terbaik’ di kelas bebek super dari Otomotif Award. Perhargaan ’Desain Terbaik’ juga diraih Honda Blade untuk kelas 110 – 115 cc.
”Sparepart yang terpasang saat produksi Honda baru masih menggunakan sparepart berkualitas tinggi dengan lisensi Jepang. Tidak benar Honda menggunakan sparepart Taiwan atau grade dua lainnya. Yang banyak terjadi justru sparepart Honda dipalsukan. Untuk itu, kami himbau pemakai Honda membeli sparepart di dealer – dealer sparepart resmi.” Ungkap Gideon Budihardjo, parts manager CV. Indako Trading Co.
Sementara itu, Leo Wijaya marketing manager CV. Indako Trading Co. mengungkapkan keyakinannya bahwa isu - isu negative dapat segera tertangani. Pihaknya juga berkeyakinan pada akhirnya konsumen dapat membuktikan teknologi Honda masih yang terbaik, dari segi berkualitas maupun design.
“Honda merupakan pelopor motor 4 tak yang lebih irit di Indonesia sehingga tidak heran Honda tetap rajanya motor 4 tak. Honda secara konsisten terus mengembangkan mesin yang lebih berkualitas dan lebih irit. Teknologi injeksi yang diyakini lebih irit dan ramah lingkungan juga pertama kali diterapkan Honda 27 tahun lalu di Honda. Di tahun 1982 Honda yang pertama kali memperkenalkan model Honda CX-500 TURBO yang merupakan sepeda motor pertama di dunia yang menggunakan teknologi Fuel Injection. Dan di tahun 2006 Honda mempelopori teknologi injeksi pertama kali type bebek di Indonesia. Teknologi Injeksi membuktikan keseriusan Honda mengembangkan sepeda motor yang irit. Kepeloporan Honda semakin lengkap dengan kehadiran Honda CS 1 sebagai sepeda motor kategori baru melengakapi kategori cub dan sport ”Ungkap Arifin Posmadi, General Manager CV. Indako Trading Co. menjelaskan keseriusan perkembangan kualitas Honda hingga saat ini

Sunday, June 14, 2009

Beragam Acara Digelar Menyambut Liburan





Dalam suasana liburan sekolah dan memasuki tahun ajaran baru, CV. Indako Trading Co, selaku main dealer sepeda motor Honda menyelenggarakan bermacam acara menarik bagi kalangan remaja seperti Finalty Futsal, CS 1 One Shoot One Ball Billiard. Beragam acara tersebut diselenggarakan untuk menampung bakat dan kreativitas remaja di kota Medan.
“ Di akhir minggu ini kami akan mengadakan Festival Futsal yang terbesar di kota Medan, mempertandingkan 256 Team yang akan mengadu keahlian melakukan Shooting Finalty terbaik. Acara ini akan berlangsung di Lapangan Sejati pada tanggal 19 Juli 2009. Sebelumnya pada tanggal 12 juli di lapangan Benteng juga telah diselenggarakan acara Extreme Challenge, acara ini sangat menghibur, karena menguji keberanian peserta terhadap binatang ekstrim, seperti tikus dan ular “ Ungkap Gunarko Hartoyo, Promotion Head CV. Indako Trading Co.


Gunarko mengungkapkan, Honda senantiasa memberikan event-event kreatif yang diharapkan dapat menampung bakat seni dan olah raga para remaja. CS 1 One Shoot One Ball Billiard menjadi event yang sangat menarik bagi remaja, karena kompetisi billiard ini pertama kali dan terunik yang pernah dilakukan, dimana peserta hanya berkesempatan memasukkan bola billiard dalam 1 kali sodokan saja dan dengan level kesulitan yang tinggi. Acara billiard ini bersamaan dengan pelaksanaan Hot Body Contest pada tanggal 26 Juli 2009 di Thamrin Plaza, Medan.


“ Beragam acara yang kami selenggarakan merupakan upaya untuk menampung bakat dan kemampuan remaja yang positif. Disamping itu juga sekaligus memperkenalkan model-model terbaru Honda yang dekat dengan jiwa anak muda. Sebelumnya dibulan Juni dan masih berlangsung sampai saat ini, kami menyelenggarakan kompetisi Band terbesar di kota Medan, dengan mengadu bakat sebanyak 300 Band secara road show di 10 titik strategis kota Medan “ Ungkap Leo Wijaya, Marketing Manager CV. Indako Trading Co.
Leo juga mengungkapkan, bahwa di bulan Agustus nanti, Honda kembali akan memilih Honda Idol 2009, yang pada tahun kemarin telah dimenangkan oleh Irene The BeAT. Acara ini akan berlangsung pada tanggal 2 Agustus 2009 di lapangan Suzuya, Brigjend Katamso Medan. BeAt Idol menjadi salah satu kompetisi seni suara yang menantang remaja saat ini, dan sangat menarik karena berkesempatan bernyanyi dengan artis Ibu Kota.
Audisi Honda Idol sendiri sudah berlangsung di ratusan sekolah di Medan, Deli Derdang dan Langkat. Audisi berikutnya akan berlangsung di tanggal 26 Juli 2009 di CV. Indako Trading Co, SM. Raja Medan.


“ Kami berharap beragam acara ini dapat memberi manfaat bagi remaja di Sumatera Utara, khususnya kota Medan, sehingga Honda dapat ikut berperan serta menumbuhkan Bakat dan kreativitas remaja dalam kegiatan yang positif “, Ungkap Arifin Posmadi, General Manager CV. Indako Trading Co.

Jumlah Pengunjung :