Wednesday, June 11, 2025

Berkendara Aman, Honda Ajak Kenali Potensi Bahaya di Jalan

 


 

Saat berkendara  dengan sepeda motor kesayangan di jalan raya, banyak sekali hal yang dapat terjadi, mulai dari yang aman hingga yang berpotensi menimbulkan bahaya bagi pengendara. Berdasarkan simulasi berkendara yang dikembangkan dalam Honda Riding Trainer (HRT), ternyata ada banyak sekali jenis potensi bahaya yang dapat diketahui oleh para bikers untuk mencegah potensi bahaya di jalan raya.

 

Eka Yolahati, Instruktur Safety Riding PT Indako Trading Coy selaku main dealer Honda di wilayah Sumatera Utara dengan semangat Satu Hati mengungkapkan, untuk dapat #cari_aman di jalan, para pengendara penting untuk mengetahui apa saja potensi bahaya yang kemungkinan ditemui di jalan dan cara pintar untuk mengatasinya. Karena dengan pengetahuan yang baik, maka diharapkan tidak hanya akan bermanfaat melindungi keselamatan, namun akan bisa mengurangi resiko fatal saat berkendara.

 

Menurut Eka, secara garis besar, jenis potensi bahaya di jalan raya terbagi menjadi tiga jenis. Pertama, potensi bahaya yang terlihat oleh pengendara tanpa perlu diprediksi oleh para pengendara sepeda motor, seperti halnya kendaraan yang berhenti di pinggir jalan atau kondisi mengantuk saat berkendara.

 


Selanjutnya, potensi bahaya yang dapat menarik perhatian dan konsentrasi pengendara. Di mana potensi bahaya ini belum terlihat akan tetapi sudah memberikan tanda-tanda untuk menarik perhatian, seperti kendaraan lain yang memberikan tanda lampu sein atau kondisi kendaraan yang menggunakan ban sudah aus. Potensi bahaya ini dikategorikan tingkat menengah dan dibutuhkan pengetahuan lebih untuk menanganinya dengan baik.

 


Potensi yang terakhir yaitu potensi bahaya yang membutuhkan kemampuan prediksi bahaya tingkat yang lebih tinggi yakni potensi bahaya yang tidak terlihat secara langsung oleh mata pengendara, seperti kendaraan yang muncul secara tiba-tiba saat di persimpangan jalan.

 

Instruktur wanita Honda ini juga berbagi cara mengatasi potensi bahaya di jalan, Di mana pengendara dapat meningkatkan kemampuan prediksi bahaya dan juga menguatkan teknik berkendara. Meningkatkan kemampuan prediksi bahaya dapat dilakukan dengan berbagai cara, misalnya dengan belajar dari pengalaman diri sendiri dengan menambah jam terbang di berbagai kondisi jalan. Kedua, dapat juga belajar dari pengalaman orang lain dengan membaca atau mengikuti komunitas sepeda motor sebagai wadah dalam berbagi pengalaman berkendara. Ketiga, dapat belajar dari alat simulator berkendara sepeda motor seperti Honda Riding Trainer (HRT).

 

Eka Yohahati menambahkan, pengendara penting membekali diri dengan pengetahuan cara memprediksi  potensi bahaya saat berkendara, sehingga tidak hanya dapat melindungi keselematan diri sendiri, namun pengendara juga dapat ikut menyelamatkan nyawa pengendara lainnya. Kepedulian untuk selalu mengenakan perlengkapan berkendara, dan mematuhi setiap peraturan lalu lintas juga harus tetap menjadi budaya dan gaya hidup para pengendara.

Tampil Kece, Ini Cara Mencuci Motor Listrik yang Benar

 


 

Untuk tampil keren saat berkendara bersama motor kesayangan, biasanya pemilik motor melakukan sejumlah perawatan rutin yang dilakukan secara mandiri di mana salah satuya dengan mencuci sepeda motor . Namun, khusus untuk motor listrik, pemiliknya harus mebekali diri dengan pengetahuan lebih tentang cara mencuci motor yang aman.

 

Erwin Chandra, Senior Instructor Technical Service PT Indako Trading Coy selaku main dealer Honda di wilayah Sumatera Utara mengungkapkan, bahwa motor listrik juga wajib di cuci untuk meningkatkan penampilannya, namun perlu diketahui bahwa cara mencuci motor konvensional sangat jauh berbeda dengan motor listrik. Hal tersebut dikarenakan ada sejumlah bagian pada motor listrik yang disarankan tidak boleh terkena semprotan air.

 

Erwin menambahkan, meskipun motor listrik Honda di desain lebih tahan air, namun sangat tidak disarankan untuk mencuci motor listrik menggunakan air bertekanan tinggi.  Mengingat pentingnya melindungi sejumlah komponen penting pada motor listrik, maka Honda ingin berbagi tentang bagaimana cara aman mencuci motor listrik Honda.

 

Cara aman pertama, jangan menggunakan semprotan air bertekanan tinggi, karena dapat merusak part-part yang bergerak dan part kelistrikan , sehingga menyebabkan part-part tersebut tidak berfungsi. Cara aman kedua, janga mencuci baterai motor atau kotak baterai motor dengan air, atau membersihkannya dengan detergen, karena ini  tersebut dapat menyebabkan kesalahan fungsi pada baterai motor dan unit motor. Sedangkan cara ketiga, jangan arahkan air langsung ke bawah jok  atau kotak bagasi di bawah jok, karena dapat merusak BPPG dan komponen elektrik lainnya.

 

 “ Jika menyemprot air di sekitar roda masih terbilang aman, karena motor listrik juga kan di desain mampu melaju saat banjir pada ketinggian tertentu, Namun  meski masih aman saat terkan hujan, untuk bagian dasbor sebisa mungkin jangan disemprot air, cukup dilap saja pakai kain basah, “ ujar Erwin.

 

Erwin menambahkan, bahwa setelah mencuci motr listrik Honda, maka berikut bagian-bagian pada motor yang membutuhkan perhatian, seperti pastikan baterai 48v sudah di lepas, lakukan pemeriksaan tegangan sisa dan discharge tegangan sisa pada motor, dan kemudian keringkan komponen elektik .

 

 

 

Wednesday, June 4, 2025

Program Juragan Wujudkan Mimpi Miliki Skutik Impian

 


 

Sambutan positif masyarakat Sumatera Utara pada jajaran skutik populer  Honda menginspirasi PT Indako Trading Coy selaku main dealer untuk menghadirkan program istimewa bertajuk “ Juni Ringan Angsuran Honda (Juragan) ” yang akan membantu para pecinta Honda untuk mewujudkan impian memiliki skutik idaman sepanjang periode 1 s/d 30 Juni 2025.

 

 

Sepanjang bulan Juni, Honda akan setia memanjakan pecinta skutik dengan berbagai kemudahan untuk dapat memiliki partner setia yang akan menemani aktivitas harian. Dengan ketentuan dan syarat berlaku, berbagai peawaran mearik juga telah dipersiapkan Honda  untuk memberikan kebahagiaan pada pecnta setia.

 

 

Bersama program JURAGAN, senyum kebahagiaan para pecinta skutik Honda dimulai dengan pemberian diskon spektakuler bagi konsumen yang melakukan transaksi baik cash maupun kredit di bulan Juni. Di mana Honda menghadirkan spesial diskon sebesar Rp. 333.000,- untuk pembelian skutik unik dan fashionable Honda Scoopy yang hadir akan menjadikan pecinta setianya trendsetter di jalan.

 

Program istimewa ini juga dipastikan akan mempersembahkan direct gift berupa jaket exclusive untuk yang akan mendukung gaya berkendara membanggakan bersama skutik mewah dan berkelas Honda PCX 160  yang hadir menjawab impian pecinta big scooter dengan tampilan desain berkelas dan mengusung teknologi tingkat tinggi.

 

 

Kemudahan lainnya yang dihadirkan program Juragan yaitu pemberian diskon istimewa sebesar Rp. 1.110.000,-  untuk setiap pembelian skutik penjelajah yang tangguh melibas segala medan New Honda ADV 160 yang hadir sebagai skutik petualang dengan desain urban explorer yang tangguh, performa mesin bertenaga, dan fitur-fitur canggih.

 

 

Gunarko Hartoyo, Corporate and Marketing Communication Manager PT Indako Trading Coy dengan semangat Satu Hati mengungkapkan, bahwa saat ini sepeda motor bukan hanya sebagai solusi transportasi, namun juga dapat menjadi cerminan karakter dan gaya hidup penggunanya. Menurutnya program Juragan juga menjadi salah satu cara Honda untuk memudahkan pecinta skutik Honda untuk mewujudkan harapan memiliki skutik Honda idaman.

 

 

Monday, June 2, 2025

Tampil Luar Biasa, Pebalap Binaan Astra Honda Melesat di FIM JuniorGP Jerez

 


 

Pebalap binaan PT Astra Honda Motor (AHM) yang bersaing di arena balap Eropa tampil memukau dalam gelaran FIM JuniorGP World Championship yang berlangsung di Circuito de Jerez – Angel Nieto, Spanyol 31 Mei-1 Juni 2025. M. Kiandra Ramadhipa yang bergabung di team Honda Asia Dream Racing Junior Team tersebut finis di posisi ketujuh dan keenam pada dua balapan European Talent Cup (ETC), setelah start dari posisi ke-22. Sementara, Veda Ega Pratama, andalan Astra Honda Racing Team di JuniorGP yang baru saja jalani operasi, bisa kembali turun dan finish dalam 2 balapan.

 

Muhammad Kiandra Ramadhipa berhasil menebus kesalahan dalam mengambil keputusan saat sesi kualifikasi kedua (Q2) dengan melakukan comeback luar biasa. Pemuda asal Sleman, Yogyakarta ini dapat melewati 15 dan 16 pebalap pada dua balapan ETC di Jerez, yang berlangsung Minggu, 1 Juni 2025.

 

Ramadhipa memulai balapan pertama ETC dengan sangat bagus dan naik dua posisi pada lap pertama. Pada lap kedua, meski sempat tercecer, ia berusaha untuk terus bersaing di dalam grup, hingga berhasil naik dua posisi dan kembali bersaing dalam grup. Pada sepertiga bagian terakhir balapan, pebalap wakil Indonesia ini bersaing dengan enam pebalap lain untuk mendapatkan posisi kedelapan. Karena ada satu pebalap di depan yang terjatuh di tikungan terakhir, Ramadhipa bisa finis di urutan ketujuh, naik 15 posisi dalam 14 lap balapan.

 

Pada race kedua, Ramadhipa melakukan start lebih baik dibanding balapan pertama dan langsung naik empat posisi pada lap pertama. Tampil semakin trengginas, setelah beberapa lap, dia sudah masuk posisi 15 besar. Kecelakaan yang melibatkan beberapa pebalap di depan Ramadhipa menguntungkan enam pebalap di depan untuk membuka jarak. Ramadhipa berhasil memimpin grup kedua, di posisi ketujuh. Ia pun bersaing dengan lebih dari 10 pebalap lain, kecelakaan terjadi di grup depan yang membuat Ramadhipa bisa menempati posisi keempat. Namun, persaingan semakin sengit hingga akhirnya membuatnya pebalap berusia 15 tahun ini finis di posisi enam. Hasil ini pun membuat Ramadhipa berada di posisi lima klasemen sementara dengan 35 poin.

 

“Saya merasa sangat nyaman hari ini. Pada balapan pertama, saya melakukan start dengan baik dan mencoba melewati satu per satu pebalap lain, serta tetap menjaga kecepatan. Hal yang tidak mudah, namun pada lap akhir saya melakukan slipstream dan akhirnya bisa finis di posisi ketujuh. Pada balapan kedua, saya melakukan start lebih baik, tetapi ada insiden di depan saya dan saya harus menghindar, yang membuat jarak dengan pebalap di depan. Pada bagian terakhir balapan, sayangnya, saya melakukan kesalahan dan kehilangan dua posisi. Kami menutup akhir pekan di sini dengan bagus dan kami mencatat kemajuan penting di sini. Saya merasa percaya diri, terima kasih dukungannya,” ujar Ramadhipa.

 

Tampil Optimal

Veda Ega Pratama berhasil menyelesaikan dua balapan pertamanya di JuniorGP, serta memanfaatkan akhir pekan ini untuk adaptasi dan mendapatkan pengalaman setelah pulih dari cedera ankle kaki kanan yang didapatkan bulan lalu. Pebalap Astra Honda tersebut finis di posisi ke-21 pada kedua balapan.

 

Pada race pertama, start dari posisi ke-17 pebalap Indonesia ini berhasil melewati dua pebalap lain dan masuk posisi 15 besar. Namun, di tikungan terakhir, beberapa pebalap berusaha melewatinya yang membuat Veda mundur ke posisi ke-18. Pada lap-lap berikutnya, Veda bertahan di posisi ke-17, sekaligus mendapatkan pengalaman dan berusaha untuk tidak mencederai fisiknya yang belum 100% fit. Mendekati akhir balapan, Veda mengalami kesulitan dan tertinggal beberapa detik dari grup depan hingga akhirnya finis di posisi ke-21.

 

Pada balapan kedua, Veda melakukan start luar biasa dan naik enam posisi dalam satu lap. Setelah lap pertama, pebalap Astra Honda tersebut berada di tengah grup kedua. Veda bersaing untuk posisi ke-14 dengan tujuh pebalap lain. Ia pun terus berjuang optimal dan Veda akhirnya finis di posisi ke-21. Pebalap asal Gunung Kidul, Yogyakarta ini berhasil menyelesaikan dua balapan yang sangat berharga dan akan menambah rasa percaya dirinya saat mengendarai NSF250RW.

 

“Hasil balapan hari ini bukanlah yang saya inginkan. Namun, saya tetap senang karena bisa turun balapan di sini, yang sebenarnya tidak mudah karena saya baru mengalami cedera. Sempat terjatuh pada hari pertama membuat saya kehilangan kepercayaan diri, dan setelah itu sulit untuk mendapatkan feeling kembali. Hari ini kami melakukan dua kali start yang bagus, tetapi saya mengalami kesulitan saat keluar dari tikungan cepat. Kami harus tetap fokus dan mencatat kemajuan pada putaran berikutnya di Magny-Cours, Perancis,” ujar Veda.

 

General Manager Marketing Planning & Analysis AHM, Andy Wijaya mengatakan, kegigihan pebalap Honda dalam berjuang di ajang FIM JuniorGP World Championship tidak terlepas dari mentalitas kuat yang mereka miliki. Melalui semangat Satu Hati pihaknya pun terus berupaya mendukung mereka untuk terus tumbuh dan percaya diri dalam mencetak prestasi untuk bangsa di pentas balap Internasional.

 

Sementara itu Gunarko Hartoyo, Corporate and Marketing Communication Manager PT Indako Trading Coy selaku main dealer Honda di wilayah Sumatera Utara dengan semangat Satu Hati mengungkapkan, mengatakan kerja keras yang dilakukan oleh kedua pebalap Honda di ajang FIM JuniorGP World Championship Jerez patut diapresiasi. Hal ini tidak terlepas atas dukungan yang diberikan masyarakat pada mereka dan proses yang mereka lalui hingga tampil di lintasan balap Eropa.

 

Balapan akhir pekan ini menjadi sebuah proses berharga bagi kedua pebalap Astra Honda yang turun di JuniorGP dan European Talent Cup dalam beradaptasi di persaingan Eropa. Setelah putaran kedua di Circuito de Jerez – Angel Nieto, kedua pebalap akan turun pada dua putaran Red Bull Rookies Cup, sebelum menjalani putaran ketiga FIM JuniorGP yang akan berlangsung pada 3-6 Juli di Sirkuit Magny-cours, Perancis.

CBR Series Melesat Kencang di Sepang, AHRT Amankan Puncak Klasemen ARRC

 


 

Para pebalap Astra Honda Racing Team (AHRT) menunjukkan semangat juang tinggi dengan tampil kompetitif di semua kelas ARRC Sepang dengan raihan podium dan poin penting dalam mengamankan puncak klasemen. Gelaran Asia Road Racing Championship (ARRC) 2025 berlangsung di Sepang International Circuit pada 31 Mei–1 Juni 2025 menghadirkan pertarungan sengit di sirkuit Sepang, Malaysia yang terkenal dengan kombinasi lintasan teknis dan cuaca yang menantang.

 

Race pertama kelas Asia Production (AP) 250 yang berlangsung Sabtu, 31 Mei 2025 memperlihatkan perjuangan yang tangguh dari pebalap AHRT. Fadillah Arbi Aditama memulai balapan dari posisi tujuh, bersaing ketat dengan pebalap lain hingga berhasil memimpin sejak lap ketiga. Meski mendapat tekanan dari rival-rivalnya, Arbi berhasil mempertahankan posisi pertama hingga finis. Bendera Merah Putih berkibar diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya atas pencapaian Arbi di race pertama. Rekan setimnya, Davino Britani, yang menjalani musim perdananya dan start dari posisi delapan, berhasil finis ketujuh. 

 

Setelah juara di race 1 dan sukses raih kemenangan ke 3 berturut-turut di kelas AP250, para pebalap kembali turun di race kedua yang berlangsung Minggu, 1 Juni 2025. Arbi kembali menunjukkan ketangguhannya di race kedua meskipun harus menghadapi persaingan super ketat di leading group. Start dari posisi tujuh, Arbi melesat kencang hingga sempat berada di posisi kedua pada lap kelima. Cuaca panas dan padatnya persaingan di grup terdepan menjadi tantangan tersendiri. Meski begitu, Arbi tetap memberikan penampilan terbaiknya dan finis di posisi delapan. Tambahan delapan poin dari race ini mengukuhkan posisinya di puncak klasemen sementara dengan total 83 poin.

 

“Balapan yang sangat ketat dan sulit harus saya hadapi. Kondisi sirkuit yang sangat panas juga menjadi tantangan tersendiri. Race 1 bisa saya tuntaskan dengan raihan podium. Pada race 2 saya sempat memimpin di lap awal, tetapi agresivitas dari rider lain membuat saya harus mengakhiri balapan di posisi 8,” ujar Arbi.

 

Rekan setimnya, Davino Britani, yang start dari posisi delapan, sayangnya mengalami insiden di lintasan balap, namun ia berupaya kembali mengaspal dan finis di posisi 24. Meski begitu, raihan podium ketiga di race pertama tetap menjaga asa Davino dan sementara ia menempati posisi tujuh klasemen AP250 dengan 32 poin.

 

Pada kelas Supersport (SS) 600, race pertama juga berlangsung sengit. M. Adenanta Putra memulai balapan dari posisi keenam dan tampil maksimal dengan start yang impresif. Ia tampil dengan penuh perjuangan hingga tikungan akhir menjelang finis ia  berhasil overtake rivalnya dan meraih posisi pertama, lagu Indonesia Raya kembali berkumandang. Herjun Atna Firdaus dan Rheza Danica Ahrens juga menunjukkan progres positif, meskipun belum berhasil raih podium. Rheza juga gagal finis akibat terjatuh saat mencoba untuk maju ke barisan depan.

 

Perjuangan Gigih di Race Kedua

 

Pada race kedua dengan kondisi cuaca yang cukup panas, para punggawa balap AHRT yang turun di kelas ini berupaya tampil optimal. Adenanta yang start dari posisi empat, langsung mengejar ke posisi tiga pada lap pertama dan sempat memimpin balapan di akhir lap kedua. Sayangnya, kendala teknis membuatnya harus kembali ke pit dan kembali melanjutkan balapan. Meski hanya meraih satu poin dengan finis di posisi 15, Adenanta masih kokoh di puncak klasemen SS600 dengan raihan 67 poin.

 

“Start yang saya lakukan sebetulnya sudah sangat baik dan bersaing di grup depan. Namun, masalah teknis membuat saya harus masuk pit. Meskipun sempat melanjutkan balapan, saya sudah tertinggal terlalu jauh dan hanya bisa finis di posisi 15. Poin ini tetap menjadi poin berharga, dan saya akan kembali lebih kuat di Jepang,” ucap Adenanta.

 

Herjun Atna Firdaus dan Rheza Danica Ahrens juga berusaha tampil kompetitif. Herjun finis di posisi tujuh pada race kedua dan meraih tambahan sembilan poin sehingga meraih total 32 poin, sementara Rheza finis ke-sembilan dan mengumpulkan tujuh poin tambahan dengan raihan total 13 poin.

 

Di kelas Asia Superbike (ASB) 1000cc, Andi Farid Izdihar kembali menunjukkan daya saingnya.Pada race pertama, Gilang sapaan akrab dari Andi Farid Izdihar, ia memulai balapan dari posisi keenam, perjuangan ia tunjukkan dan sempat berada di posisi kedua, namun kesalahan ia lakukan sehingga ia finis di posisi ke-6. Pada race kedua, Andi memulai dengan start yang baik dan sempat memimpin di awal balapan. Sayangnya, pada lap ke-sembilan, Andi mengalami crash dan namun ia kembali melanjutkan balapan hingga finis di posisi 11. Atas hasil ini, Andi mengoleksi 27 poin dan terus memperlihatkan daya juangnya di kelas tertinggi ARRC.

 

General Manager Marketing Planning and Analysis AHM, Andy Wijaya, mengungkapkan sangat berbangga dengan penampilan konsisten dan semangat pantang menyerah yang ditunjukkan para pebalap Astra Honda di Sepang. Performa CBR Series di ARRC kembali menunjukkan  performa sepeda motor sport Honda yang terus kompetitif. Kami akan terus mendukung penuh perjuangan para pebalap dalam mengharumkan nama bangsa. .

 

Sementara itu Gunarko Hartoyo, Corporate and Marketing Communication Manager PT Indako Trading Coy selaku main dealer Honda di wilayah Sumatera Utara dengan semangat Satu Hati mengungkapkan, pihaknya sangat mengapresiasi kerja keras para pebalap Honda dan seluruh tim. Meski Cuaca panas ekstrem di Sepang menjadi tantangan tersendiri bagi seluruh pebalap. Namun, semangat juang tinggi para pebalap AHRT tetap terlihat di sepanjang balapan.

 

Putaran ketiga ARRC 2025 akan digelar di Twin Ring Motegi, Jepang, pada 11–13 Juli 2025. Para pebalap Astra Honda Racing Team siap melesat kencang dan kembali membawa harum nama Indonesia di kancah balap Asia.

CBR Series Melesat Kencang, Sapu Bersih Podium Pertama ARRC Sepang

 


 

Astra Honda Racing Team (AHRT) kembali menorehkan hasil membanggakan di ajang Asia Road Racing Championship (ARRC) 2025 seri Sepang, Malaysia. Pada Race 1 yang digelar Sabtu, 31 Mei 2025, CBR series sukses mengantarkan Fadillah Arbi Aditama dan M. Adenanta Putra mengibarkan bendera Merah Putih dari podium pertama kelas AP250.

 

Para pebalap AHRT menunjukkan performa impresif dengan melesat kencang di lintasan, mengandalkan keunggulan motor CBR series di berbagai kelas yang diikuti. Pada kelas Asia Production 250cc (AP250), Fadillah Arbi Aditama memulai balapan dari posisi tujuh, bersaing ketat dengan pebalap lain hingga berhasil memimpin sejak lap ketiga.

 

Meski mendapat tekanan dari rival-rivalnya, Arbi berhasil mempertahankan posisi hingga finis, memperkokoh puncak klasemen dengan 75 poin. Rekan setimnya, Davino Britani, yang menjalani musim perdananya, finis ketujuh dan menempati posisi ketiga klasemen dengan 32 poin.

 

Pada kelas Supersport 600cc (SS600), M. Adenanta Putra memulai balapan dari posisi keenam dan tampil maksimal dengan start yang impresif. Ia tampil dengan penuh perjuangan hingga berhasil meraih posisi pertama, membawanya ke puncak klasemen sementara dengan 66 poin.

 

“Alhamdulillah, di race 1 ini saya mampu tampil maksimal hingga bisa memenangkan balapan. Posisi start sebetulnya kurang ideal, tapi saya mampu melakukan start dengan baik hingga bisa berada di rombongan depan. Ketatnya persaingan membuat saya kesulitan, tetapi saya berusaha untuk tetap fokus dan tenang. Pada akhirnya, di tikungan terakhir saya mampu melakukan overtake pada pimpinan lomba dan berhasil menyentuh garis finish di posisi pertama. Pada race 2, saya akan kembali berusaha untuk meraih kemenangan kembali untuk Indonesia,” ucap Adenanta.

 

Herjun Atna Firdaus dan Rheza Danica Ahrens juga menunjukkan progres positif, finis di posisi ke-8 dan ke-15, serta menduduki peringkat ke-8 dan ke-10 klasemen.

 

“Saya belum mampu meraih poin di race 1. Sebetulnya saya sudah memulai balapan dengan baik, dan mampu mengikuti rombongan untuk memperebutkan podium. Namun, menjelang akhir race, saya melakukan kesalahan hingga harus terjatuh. Hasil yang akan saya jadikan pelajaran berharga dalam menghadapi race 2. Semoga saya mampu tampil maksimal dan meraih podium. Mohon doa dan dukungannya,” ucap Rheza.

 

Di kelas Asia Superbike 1000cc (ASB1000), Andi Farid Izdihar memulai balapan dari posisi keenam dan menunjukkan performa yang stabil. Ia berhasil finis di posisi ke-6, mengumpulkan 27 poin dan menempati posisi ketujuh klasemen sementara.

 

Hasil ini mengukuhkan posisi AHRT sebagai kekuatan dominan di ARRC 2025 dan menegaskan daya saing pebalap Indonesia di kancah internasional. AHRT siap melanjutkan perjuangan di Race 2, Minggu 1 Juni 2025, untuk terus mengibarkan semangat Merah Putih di sirkuit dunia.

 

“Selepas start sebetulnya saya sudah mampu berada di rombongan depan. Perlahan tapi pasti saya mampu maju ke posisi 2. Namun, kesalahan yang saya lakukan di lap terakhir harus saya bayar mahal dengan hilangnya posisi 2 dan hanya mampu finish di posisi ke 6. Di race 2, saya akan kembali berusaha untuk bisa meraih kemenangan untuk Indonesia,” ujar Andi Gilang.

Dua Pebalap Binaan Astra Honda Siap Taklukan Sirkuit Ikonik di Spanyol



Pebalap muda potensial Astra Honda Racing Team (AHRT) yang berjuang di arena balap Eropa siap melesat menorehkan prestasi di putaran kedua JuniorGP World Championship. Ajang ini berlangsung di Circuito de Jerez – Angle Nieto, Spanyol pada 31 Mei - 1 Juni 2025.

 

Muhammad Kiandra Ramadhipa yang sebelumnya berhasil menduduki posisi tiga pada race pembuka ajang European Talent Cup (ETC), kembali bertekad naik podium. Sementara itu, Veda Ega Pratama yang mendera cedera ankle pada putaran pembuka di Portugal bisa kembali mengaspal akhir pekan ini.

 

Belum pulih 100%, Veda Ega Pratama memiliki tekad yang kuat pasca operasi yang dilakukannya beberapa minggu yang lalu. Proses adaptasi menggunakan NSF250RW dalam bersaing di JuniorGP terus ia lakukan untuk mendapatkan performa yang maksimal di kompetisi ini dan dapat meraih poin perdananya.

 

“Saya sudah mengenal Circuito de Jerez-Angel Nieto, tetapi saya masih perlu adaptasi dengan NSF250RW secepat mungkin. Saya sungguh bersemangat untuk balapan di sirkuit penting itu lagi, tetapi kami harus melakukannya selangkah demi selangkah, untuk memulihkan kepercayaan diri saya setelah insiden di Estoril,” ujar Veda.

 

 

Percaya Diri di Jerez

 

Pebalap asal Yogyakarta, Muhammad Kiandra Ramadhipa memiliki modal penting untuk berlaga di putaran kedua ETC di Jerez. Selain capaian posisi ketiga saat bersaing di Estoril, Portugal, pemuda berusia 15 tahun ini juga memiliki pengalaman balap di Jerez saat melakoni debutnya pada ajang Redbull Rookies Cup. Persiapan dengan berlatih keras pun ia lakukan saat jeda balap di Indonesia.

 

“Saya sudah melakukan persiapan dengan baik untuk menghadapi balapan akhir pekan di Jerez. Saya siap menghadapi tantangan baru dan sangat percaya diri untuk meraih hasil bagus seperti di Estoril. Untungnya, beberapa pekan lalu saya balap di lintasan ini saat menjalani putaran pertama Red Bull Rookies Cup, dan mendapatkan pembelajaran bahwa sangat penting untuk secepat mungkin beradaptasi dengan lintasan. Saya akan berusaha optimal,” ujar Ramadhipa.

 

Sementara itu Gunarko Hartoyo, Corporate and Marketing Communication Manager PT Indako Trading Coy seaku main dealer Honda di wilayah Sumatera Utara dengan semangat Satu Hati mengungkapkan, sangat mengapresiasi semangat Veda dan Ramadhipa dalam impiannya dapat berkontribusi mempersembahkan prestasi terbaik untuk Indonesia di ajang  putaran kedua JuniorGP World Championship.

 

Sirkuit Jerez merupakan salah satu sirkuit yang memiliki tantangan tersendiri bagi pebalap. Memiliki Panjang lintasan 4,4 Km dengan 13 tikungan, sirkuit ini menuntut pebalap dapat menjaga fokusnya selama balap dengan handling yang lincah dan stabil saat menikung. Beberapa titik tikungan juga memerlukan konsentrasi karena memerlukan pengereman yang keras.

 

Kedua pebalap andalan Astra Honda ini akan memulai akhir pekan dengan sesi latihan bebas pada Kamis (29/5/2025) dan Jumat (30/5/2025) untuk mempersiapkan diri menghadapi sesi kualifikasi pada Sabtu (31/5/2025). Veda dan Rama akan menjalani dua balapan pada masing-masing kelas, pada Minggu (1/6/2025). Balapan JuniorGP akan berlangsung dalam 15 lap dan dimulai pada pukul 16:00 dan 19:00 WIB, sementara ETC (14 lap) akan digelar pada pukul 17:00 dan 20:00 WIB. Balapan ini dapat disaksikan pada YouTube FIM JuniorGP.


Jumlah Pengunjung :