Sunday, December 10, 2017

Rheza Danica Sabet Gelar Juara Nasional Kejurnas 250cc di Seri Penutup IRS 2017

Kombinasi sempurna antara pebalap Astra Honda Racing Team (AHRT) dan Honda CBR250RR kembali mencetak prestasi gemilang pada seri penutup Indospeed Race Series (IRS) 2017 yang dihelat di Sentul International Circuit (9-10/12). Rheza Danica Ahrens berhasil meraih gelar juara nasional di kelas Kejurnas 250cc pada debut perdananya, sementara rekan setimnya Gerry Salim berhasil finish di podium tertinggi pada balapan kedua (10/12).
Prestasi gemilang yang dicetak oleh Rheza ini kembali menambah bukti dari performa tangguh motor produksi anak bangsa Honda CBR250RR, yang pada pekan sebelum ini berhasil mengantarkan Gerry Salim mencetak sejarah membanggakan bagi bangsa Indonesia dengan menjadi Juara Asia kelas AP250 di Asia Road Racing Championship (ARRC) 2017 (1-3/12).
Seri terakhir ini bukan menjadi balapan yang mudah bagi Rheza yang mengalami cidera pada bahu kanannya saat sesi pemanasan di ARRC pekan lalu. Namun dengan tekad kuat untuk memberikan usaha terbaiknya dalam menuntaskan debut perdananya ini, pebalap asal Yogyakarta ini dapat melalui kualifikasi dan meraih posisi ke-11. Memulai balapan pertama (9/12) dari posisi 11 tentunya membuat Rheza terhalang oleh cukup banyak pebalap di depannya, meskipun begitu Rheza pantang menyerah dan berhasil finish di posisi ke-8.
Pada balapan kedua, pebalap dengan julukan "The Silent Boy" ini memulai balapannya dari posisi kelima. Dengan kondisi yang masih belum pulih total, Rheza terpaksa terdesak ke belakang dan bersaing sengit untuk dapat maju ke depan. Usaha gigih Rheza akhirnya dapat memberikan hasil positif dengan menyelesaikan balapan di posisi ke-7.
“Saya berusaha sebaik mungkin untuk bisa tampil maksimal di balapan terakhir ini meskipun tangan saya terasa sangat sakit saat melakukan manuver karena cedera. Pada 2 lap terakhir saya coba untuk mengamankan posisi di atas 8 besar untuk menjaga poin dan berhasil. Terima kasih atas segala dukungan terutama kesempatan dapat balapan menggunakan motor Honda CBR250RR yang performa tingginya sangat membantu saya meraih hasil ini. Juara ini saya persembahkan untuk orang tua, tim AHRT, PT Astra Honda Motor (AHM) dan seluruh fans. Semoga bisa menjadi pijakan semangat saya untuk bisa raih prestasi di tingkat yang lebih tinggi selanjutnya,” ujar Rheza.
Sementara itu nasib kurang baik juga dialami oleh rekan satu tim Rheza, Gerry Salim pada balapan pertama. Memulai balapan pada posisi ke-7 Gerry harus puas menuntaskan balapannya di posisi ke-10. Akan tetapi hal ini justru membuat Gerry bangkit dan membalikkan posisi di balapan kedua. Pebalap arek Suroboyo ini memulai balapan di posisi 10. Dengan penuh percaya diri Gerry memacu Honda CBR250RR miliknya untuk sedikit demi sedikit menyodok kedepan, hingga di lap ke-6 Gerry berhasil masuk ke posisi 2. Terjadi aksi saling menyalip di grup depan untuk merebut posisi pertama, hingga pada akhirnya Gerry dapat merebut posisi pertama di lap terakhir dan mempertahankannya hingga garis finish sekaligus mencetak best time 1:43.586.
“Senang sekali kembali bisa merebut podium pertama bersama Honda CBR250RR di Kejurnas 250cc race terakhir ini. Saya berusaha balap sebaik mungkin di balapan terakhir kejurnas ini, untuk melengkapi sukses juara Asia minggu lalu dan saya puas atas hasil akhir ini. Terima kasih team AHRT yang sudah bekerja keras mempersiapkan motor dan luar biasa sehingga bisa raih best time juga di saat balapan,” ujar Gerry
General Manager Marketing Planning and Analysis Division AHM A. Indraputra mengatakan sejak awal balapan Honda menyadari bahwa seri terakhir ini bukanlah perjuangan yang mudah bagi rekan-rekan pebalap AHRT. Akan tetapi Honda juga percaya bahwa pebalap binaannya tidak mudah menyerah dan juga percaya dengan performa unggul dari Honda CBR250RR, hal ini pada akhirnya terbukti pada balapan penutup seri IRS 2017. “Kami sangat bangga dengan para pebalap yang telah memberikan usaha terbaiknya pada seri terakhir IRS 2017 ini. ujar Indraputra.
Sementara itu Leo Wijaya, Direktur Indako Trading Coy selaku main dealer Honda di Sumut mengungkapkan bahwa Honda kembali membuktikan ketangguhannya di lintasan balap. Pihaknya sangat mengapresiasi kerja keras dari para pebalap AHRT yang tidak kenal kata menyerah dan terus optimis dalam mengejar impiannya. “Dengan semangat Satu Hati, daya juang yang mereka miliki dan juga didukung dengan Honda CBR250RR, Rheza akhirnya dapat menjadi Juara Nasional kelas Kejurnas 250cc. Tentu dia pantas mendapatkannya,” ujar Leo Wijaya


Pebalap Astra Honda Andalkan Honda CBR250RR Untuk Raih Juara Nasional 250cc

Setelah terbukti menjadi juara di ajang balap Asia, Astra Honda Racing Team (AHRT) kembali akan menunjukan ketangguhan performa Honda CBR250RR di lintasan balap pada seri terakhir Kejuaraan Nasional Indospeed Race Series 2017 Sport 250cc di Sentul International Circuit (9-10/12). Honda CBR250RR akan menjadi  andalan pebalap Rheza Danica Ahrens untuk berjuang mempertahankan posisinya sebagai pemuncak klasemen dan merebut gelar juara nasional pada Kejuaraan Nasional tersebut.
Bersama Gerry Salim, Awhin Sanjaya dan Mario Suryo Aji, para pebalap muda AHRT tersebut akan memacu motor balap produksi anak bangsa Honda CBR250RR yang telah terbukti di kejuaraan Asia untuk menambah prestasi dalam mengejar mimpinya di dunia balap.
Balap pekan ini tidak akan berjalan mudah bagi Rheza yang baru saja mengalami cedera pada bahu kanan. Rheza terjatuh saat sesi pemanasan di hari kedua ARRC 2017 karena bersenggolan dengan pebalap Jepang dan mengakibatkan dirinya tidak dapat mengikuti balapan kedua. Kendati demikian Rheza optimistis tetap mampu mengeluarkan kemampuan terbaiknya saat balap nanti dan menorehkan prestasi pamungkas Astra Honda Racing Team pada musim balap tahun ini.
“Menghadapi sisa seri ini, saya ingin tampil sebaik mungkin untuk meraih gelar nasional pertama saya bersama Honda. Meskipun tangan saya masih sakit karena terjatuh saat ARRC kemarin tapi saya tetap akan berjuang sekuat tenaga. Saya yakin team dan mekanik juga sudah mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik. Tugas saya untuk bisa membawa Honda CBR250RR melesat di lintasan jadi juara nasional untuk pertama kalinya,” ujar Rheza.
Meskipun tertinggal 1 putaran di awal seri, Rheza saat ini mampu menjadi pemuncak klasemen dan berpeluang merebut gelar juara nasional 250cc. Rheza Danica saat ini memuncaki posisi sementara Kejurnas 250cc dengan poin 156 dan terpaut 26 poin dengan pesaing terdekatnya. Poin tersebut diraih Rheza setelah berhasil mengoleksi 3 podium pertama dan 1 kali podium kedua dan 3 kali podium ketiga. Untuk menjadi Juara Nasional Rheza harus berusaha merebut 25 poin pada dua kali balapan di seri terakhir ini.
General Manager Marketing Planning & Analysis Division PT Astra Honda Motor (AHM) A Indraputra mengatakan bahwa seri terakhir ini cukup berat bagi pebalap. Hanya berjarak sepekan dari balap terakhir ARRC dan kondisi Rheza pun masih dalam proses pemulihan. “ Tapi kami optimis para pebalap akan tetap mampu memberikan yang terbaik dan dengan dukungan Honda CBR250RR kami berharap gelar juara nasional juga dapat diraih pada tahun ini,” ujar Indraputra.
Sementara itu Leo Wijaya, Direktur Indako Trading Coy selaku main dealer Honda di wilayah Sumut mengungkapkan perjuangan putra bangsa masih terus berlanjut, dan Honda akan berupaya mengiringi perjuangan mereka. “seri terakhir ini menjadi perjuangan yang tidak mudah bagi Rheza dan kawan-kawan. Namun Honda yakin pengalaman mereka dalam berbagai kejuaraan pada musim ini telah membentuk mental yang kuat dan kemampuan yang mampu bersaing dalam berbagai kondisi terlebih didukung oleh performa handal Honda CBR250RR yang telah dibuktikan ketangguhannya pada ajang ARRC 2017,” ujar Leo Wijaya.
Kejuaran balap nasional akan diadakan pada 9 – 10 Desember 2017 di Sentul International Circuit, Bogor.

Astra Honda Racing School
Sementara itu, gelaran pendidikan dasar balap Astra Honda Racing School pada tahun ini pun telah mendekati putaran terakhir di 2017. Langkah ini merupakan komitmen PT Astra Honda Motor (AHM) dalam mencari dan mengembangkan potensi balap anak bangsa hingga mampu menggapai mimpinya ke jenjang balap dunia.
Pada tahun ke delapan pelaksanaannya, lebih dari 50 siswa diseleksi untuk selanjutnya dipilih mengikuti progam balap menggunakan Honda CBR150RR & Honda CBR250RR di ajang IRS 2017. Dipimpin oleh mentor balap nasional M. Fadli Imammuddin, siswa dilatih dalam satu kesatuan sistem pelatihan, yaitu teori dan praktek sekaligus dalam kejuaraan. Materi dasar yang disampaikan meliputi teknik balap dengan motor sport, pengetahuan umum tentang balap, kedisipilinan, attitude selama di paddock dan di luar paddock diajarkan untuk memperbesar potensi balap generasi muda bangsa tersebut.
Hasilnya sebanyak 19 pebalap muda berhasil tersaring untuk mengikuti One Make Race Honda kelas sport 150cc dan 9 pebalap muda di kelas sport 250cc.
Lebih dari itu, sebanyak 4 anak didik Astra Honda Racing School pada tahun ini telah lolos untuk ikut kejuaraan Asia Talent Cup 2018. Mario Suryo Aji (13), Mohammad Adenanta Putra (13), Muhammad Agung Fachrul (14) dan Afridza Syach Munandar (18) mampu mengalahkan lebih dari 500 pendaftar. Hal tersebut juga membuat Indonesia menjadi Negara yang mengirim perwakilan terbanyak di ajang pencarian pebalap berbakat tersebut.
Selain itu, Mario Suryo dan Adenanta yang diikutkan oleh AHM pada ajang balap international Thailand Talent Cup untuk menimba pengalaman bahkan berhasil menghasilkan prestasi dengan mengoleksi 5 podium dari 3 seri yang diikutinya.
“Ini merupakan komitmen dari Honda sebagai Teman untuk menemani mimpi anak bangsa dalam menggapai mimpi tertingginya. Kami optimis melalui program balap yang terstruktur ini Indonesia mampu menjadi bangsa yang disegani di dunia balap internasional,” ujar Indraputra.

Wednesday, December 6, 2017

Sambut Kemenangan Gerry Salim, Komunitas Honda Gelar Nonton Bareng

Keberhasilan Pebalap Astra Honda Racing Team (AHRT) Gerry Salim mengantarkan Indonesia menjadi juara Asia di ajang balap bergengsi Asia Road Raching Championship (ARRC) 2017 kelas Asia Production (AP) 250 seri pamungkas di Chang International Circuit Buriram, Thailand disambut suka cita para pendukungnya di tanah air, tidak terkecuali yang datang dari kalangan komunitas motor Honda yang ada di wilayah Sumatera Utara (Sumut).

Tercatat puluhan bikers dari Honda Streetfire Club Medan (HSFCM), Sonic Club Medan (SOCMED), CBR Club Medan, Honda CBR250RR Owners Indonesia(HCOI) Chapter Medan antusias mengikuti rangkaian kegiatan untuk mendukung perjuangan Gerry bertajuk “ Nonton Bareng ARRC” seri akhir yang digelar selama dua hari berturut-turut yakni 2-3 Desember 2017.  

Sebelum sesi nonton bareng dimulai, dukungan bagi pebalap arek Surabaya, Gerry Salim di hari pertama ditunjukkan para bikers Honda Streetfire Club Medan (HSFCM) dan Sonic Club Medan (SOCMED) yang menggelar aksi rolling city bersama tunggangan kerennya masing-masing. Iringan sport generasi juara All New Honda CBR150R Streetfire dan All New Honda Sonic 150R sontak saja mencuri perhatian masyarakat kota Medan. Tidak kalah gagah, rolling city CBR Club Medan dan HCOI chapter Medan keesokan harinya juga mengundang decak kagum masyarakat. Parade motor sport kelas atas Honda CBR series ini menjadi parade kuda besi yang paling mengagumkan.

Kegiatan ini juga diisi dengan beragam aktivitas kebersamaan yang berlangsung di San Marco Cafe Bar & Resto, seperti halnya games seru ala bikers. Pada akhir sesi nonton bareng selama dua hari ini, Indako Trading Coy juga menyiapkan games dan doorprize menarik untuk bikers. Semangat One Heart pun turut menemani komunitas di acara nonton bareng sehingga semakin kuat tercipta hubungan yang erat dengan para pecinta motor Honda ini.

Bro Hendra Tanjung, Ketua CBR Club Medan mengungkapkan bahwa sebagai bagian dari keluarga besar pecinta dan pengguna Honda CBR, Ia dan rekan-rekannya tentu sangat berbangga dengan kemenangan Gerry Salim di ajang ARRC. “  Berprestasi di ajang balap Asia, Gerry telah membuktikan bahwa CBR250RR tidak hanya sport juara, namun dapat mewujudkan impian putra bangsa untuk menjadi juara “, ujar Bro Hendra.

Leo Wijaya, Direktur Indako Trading Coy selaku main dealer Honda di wilayah Sumut mengungkapkan bahwa kuatnya kecintaan para bikers terhadap jajaran sport Honda CBR series, CB150R Streetfire, dan juga  Sonic memberikan semangat yang tinggi bagi mereka untuk mendukung performa unggul para pebalap Astra Honda yang tengah berjuang menunggangi Honda CBR250R di lintasan ajang balap Asia ARRC, terutama Gerry Salim yang akhirnya berhasil mengharumkan nama Indonesia untuk pertama kalinya sebagai juara Asia balapan ARRC.


Sementara itu Gunarko Hartoyo, Corporate and marketing Communication Indako Trading Coy menambahkan selain dapat memeprerat tali silaturahmi, kegiatan nonton bareng ARRC bersama komunitas Honda ini diharapkan dapat semakin menguatkan ikatan emosional antara bikers Honda dengan motor Honda kesayangannya yang berperforma tinggi. 

Monday, December 4, 2017

Honda Sport Motoshow 2017 Sambangi Binjai dan Siantar

Untuk kesekian kalinya Honda Sport Motoshow 2017 kembali menyapa para pemuja dan penggila sport yang tersebar di wilayah Sumatera Utara (Sumut). Setelah sempat menggemparkan kota Medan pada akhir Agustus dan September 2017 lalu, ajang yang memamerkan pesona jajaran sport Honda ini juga sukses mencuri perhatian warga Binjai yang memadati salah satu mall terbesar Binjai Super Mall pada 25-26 November 2017 untuk melihat lebih dekat dan membuktikan secara langsung keunggulan performa dan teknologi yang disematkan pada setiap sport Honda.

Keberhasilan ajang Honda Sport Motoshow memuaskan para pecintanya semakin menginspirasi Indako Trading Coy selaku main dealer Honda di wilayah Sumut untuk menyambangi kota lainnya, seperti halnya Siantar yang dipastikan akan dihebohkan dengan kehadiran jajaran sportnya yakni motor berkonsep ‘Total Control’ New Honda CBR250RR dan New Honda CBR150R beserta New Honda CB150R StreetFire yang hadir dengan pilihan warna terbaru melalui gelaran Honda Sport Motoshow yang akan dihelat pada 9-10 Desember mendatang di Lapangan Pariwisata Siantar.

Leo Wijaya, Direktur Indako Trading Coy selaku main dealer Honda di wilayah Sumut mengungkapkan bahwa disetiap kehadirannya Honda Sport Motoshow 2017 diharapkan dapat menjawab kerinduan para pecinta sport Honda di wilayah Sumut. " Honda Sport Motoshow menjadi aktivitas yang dapat menyatukan hati antara Honda dan pecintanya, khususnya para pecinta sport di Sumut. Antusiasme masyarakat yang tinggi di setiap gelaran yang sebelumnya pernah kami gelar tentunya menginspirasi untuk kembali menggelar Sport Motoshow bersama pecinta sport  di kota lainnya " ujar Leo Wijaya.

Beragam aktivitas dan hiburan menarik juga dipastikan akan semakin menambah kemeriahan Honda Sport Motoshow, seperti halnya model competition dan dance competition. Selain itu pengunjung juga dapat menikmati sajian dari One Heart Brother, joker magic show, acoustic performance, dan Honda photocontest. Tidak ketinggalan Honda juga membuka kesempatan bagi pengunjung untuk dapat mencoba langsung performa tinggi dan sensasi berkendara dari jajaran sport Honda.

Kesempatan istimewa ini juga akan dimanfaatkan Honda untuk memanjakan pecintanya di Kota Siantar melalui kompetisi seru city riding challenge yang menghadirkan indahnya kebersamaan antara para bikers dari komunitas CBR Club Medan dengan konsumen sport Honda. Menunjang gaya hidup pecinta motor sport dan hasrat untuk tampil lebih stylish, dalam kegiatan ini Honda juga menghadirkan beragam aksesoris dan apparel motor sport Honda.


Sementara itu Gunarko Hartoyo, Corporate and Marketing Communication Manager Indako Trading Coy menambahkan bahwa tren motor sport kini tengah mewabah, banyak masyarakat yang sedang memilih produk yang pas dan dengan fitur maksimal. Pada ajang ini, konsumen juga diberikan kesempatan untuk jajal langsung ketiga sport unggulan Honda tersebut. Terima kasih kami ucapkan kepada pecinta motor sport Honda. Kepercayaan dan kesetiaan yang telah diberikan kepada kami merupakan pemacu kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan. Sampai jumpa di Honda Sport Motoshow selanjutnya di Kota Siantar,” Ujar Gunarko

Sunday, December 3, 2017

Sandang Gelar Juara Asia, Gerry Salim Persembahkan Podium Terakhir di ARRC 2017

Rangkaian balapan Asia Road Racing Championship (ARRC) 2017 ditutup dengan prestasi gemilang Gerry Salim. Pebalap yang telah mengunci gelar Juara Asia pada balapan sebelumnya kembali mempersembahkan podium terakhirnya untuk Indonesia pada posisi ketiga.
Gerry Salim memulai balapan kedua ARRC seri Buriram dari posisi ketiga (3/12). Ketatnya persaingan pada balapan pamungkas ini mendesak Gerry ke barisan belakang pebalap pada posisi ke-11. Pebalap asal Surabaya ini perlahan-lahan mulai memperbaiki posisinya hingga mencapai posisi ke-3 pada lap ke-7 dengan membukukan catatan waktu tercepat 1'54.503. Persaingan memperebutkan posisi ketiga tidaklah mudah. Barisan pebalap lain menempel ketat sepanjang 4 lap terakhir. Posisi ketiga Gerry beberapa kali turun ke posisi keempat. Pada lap terakhir, Gerry tidak mau menyia-nyiakan kesempatan terakhirnya meraih podium di gelaran akhir ARRC ini. Dengan percaya diri, dia memacu motor Honda CBR250RR sekencang-kencangnya dan meninggalkan lawan pebalap lain di belakangnya. Gerry mengakhiri balapan ARRC dengan persembahan podium ketiga untuk Indonesia dengan total waktu 19'17.532.
"Saya sangat senang akhirnya bisa mendapatkan podium di balapan terakhir seri ARRC 2017, meskipun di awal balapan saya sempat tersalip dan akhirnya masuk ke grup belakang. Saya fokus untuk melepaskan diri dari grup karena di sana sangat padat oleh pebalap dan persaingannya sangat sengit. Alhamdulillah akhirnya saya bisa membuat jarak dan finish di posisi ketiga. Terima kasih kepada masyarakat Indonesia yang telah mendukung saya hingga akhir balapan ini," ujar Gerry Salim seusai balapan.
Peraih podium tertinggi pada balapan pertama seri Buriram ini (2/12), Rheza Danica Ahrens, terpaksa tidak dapat mengikuti balapan kedua dikarenakan terjatuh saat sesi warm up (3/12). Saat memacu motornya, Rheza bersenggolan dengan pebalap asal Jepang di tikungan ke-7 dan mengakibatkan cidera pada bahu kanannya. Kendati tidak dapat menambah poin di balapan terakhir, Rheza Danica yang baru tahun ini balapan di ARRC tetap dapat menempati posisi 4 besar pebalap terbaik ARRC 2017 berdasarkan hasil klasemen akhir.
"Saya sangat sedih tidak bisa mengikuti balapan kedua di seri terakhir ARRC 2017 ini, apalagi kemarin saya berhasil mendapatkan podium pertama. Tapi dokter sudah mengatakan saya harus istirahat dan tidak boleh mengikuti balapan dikarenakan bahu saya mengalami dislokasi. Terima kasih untuk dukungan masyarakat selama saya balapan perdana di ARRC tahun ini," ujar Rheza.
Pebalap Astra Honda Racing Team lainnya di kelas AP250, Awhin Sanjaya mengakhiri balapan pamungkasnya pada posisi ke-7. Pebalap ini kesulitan menjaga posisinya meskipun sempat menempati posisi 3 besar.
"Menurut saya balapan di Buriram merupakan balapan yang paling menantang, karena selain teknik balap dan performa motor diperlukan juga strategi yang matang untuk memenangkan balapan ini. Tadi saya sempat mendapatkan posisi ketiga tetapi persaingan di grup saya sangatlah sengit. Di lap terakhir saya sempat naik ke posisi 5 tapi sayang pebalap di belakang saya dapat menyalip kembali dan saya harus puas finis di posisi 7 " ujar Awhin.
Di kelas supersport 600cc, Irfan Ardiansyah berjuang keras untuk dapat menyelesaikan balapan. Irfan sempat masuk pit karena low side di lap ke-11 dan berusaha cepat menyelesaikan balapan. Namun sayang ia hanya dapat menyelesaikan 15 lap dari total 18 lap yang digelar pada posisi ke-20.
"Saya baru mendapatkan feeling berkendara yang pas di sirkuit ini di balapan kedua saya, akan tetapi sayang sekali saya melakukan kesalahan saat melakukan pengereman sehingga terjatuh, saya berusaha untuk kembali ke track tetapi hanya mampu mendapatkan 15 lap. Pelajaran yang berharga yang saya dapatkan sepanjang musim balap ini adalah agar bisa lebih cepat beradaptasi dengan sirkuit, sehingga saya bisa mendapatkan hasil yang lebih maksimal," ujar Irfan.
Para pebalap dan tim Astra Honda Racing Team yang memulai debutnya tahun ini di ARRC 2017 kelas AP250 berhasil mengakhiri rangkaian seri balapan tingkat Asia ini dengan sukses. Gelar Juara Asia diraih Gerry Salim sebagai pebalap terbaik kelas Asia Production 250cc. Di kelas yang sama, kerja keras tim Astra Honda Racing Team bersama 3 pebalapnya yaitu Gerry Salim, Rheza Danica Ahrens, dan Awhin Sanjaya diganjar dengan gelar tim terbaik. 
Sepanjang 6 seri ARRC dengan 2 balapan setiap serinya, Gerry Salim mendominasi podium pertama hampir di semua balapan yaitu sebanyak 7 kali dilengkapi 1 kali podium ketiga. Sementara itu, Rheza Danica meraih podium pertama pada seri pamungkas melengkapi raihan 2 kali podium kedua dan 1 kali podium ketiga yang diperolehnya pada seri-seri sebelumnya. Performa pebalap ini didukung motor sport 250cc terbaik produksi anak bangsa di Tanah Air.
Sementara itu Leo Wijaya, Direktur Indako Trading Coy selaku main dealer Honda di wilayah Sumut mengungkapkan kebahagiaannya atas prestasi gemilang Gerry Salim meraih gelar juara Asia dan mempersembahkan podium terakhirnya di ajang ARRC. “ Sungguh luar biasa perjuangan yang ditunjukkan Gerry dan para pebalap AHRT lainnya untuk mengharumkan nama bangsa, tentunya semangat juang mereka menjadi pemacu bagi Honda untuk lebih meningkatkan dukungan sebagai upaya memajukan dunia balap tanah air,” ujar Leo Wijaya.

Sabet 5 Podium Thailand Talent Cup
Pembinaan pebalap muda dari Astra Honda Racing School kembali membuahkan hasil manis. Mario Suryo Aji mengakhiri balapan Thailand Talent Cup yang didominasi pebalap tuan rumah dengan menyabet podium kedua di Chang International Circuit, Buriram, Thailand (3/12). Melalui pencapaiannya ini, sebanyak 5 podium berhasil disabet 2 pebalap Indonesia di ajang Thailand Talent Cup 2017.
Mario Suryo Aji memulai jalannya balapan dari posisi ke-3. Pebalap muda ini sempat mengawali kesulitan sesaat setelah balapan dimulai. Posisinya merosot ke nomor 5 dan tertinggal dari 3 pebalap di group terdepan. Mario terus menjaga konsistensi kecepatannya dan mulai merangsak maju pada lap ke-10 dengan catatan waktu terbaiknya 1'48.986 saat menaklukkan 4.554 km lintasan sirkuit yang akan menjadi salah satu sirkuit MotoGP tahun depan.
Berbekal semangat pantang menyerah, Mario Suryo Aji menunjukkan kegigihan melewati pebalap lain di depannya hingga melesat cepat menjadi pebalap kedua di tikungan terakhir sebelum menyentuh garis finis dengan total waktu 27'26.296.
"Saya sangat senang bisa mendapatkan podium kedua di balapan terakhir Thailand Talent Cup. Ini merupakan podium tertinggi yang pernah saya dapatkan sepanjang balapan. Di awal-awal tadi saya memang sempat di posisi belakang, tapi strategi saya memang menahan diri terlebih dahulu. Pada lap-lap terakhir baru saya memacu motor untuk merebut posisi depan. Saya akan terus memperbaiki skill saya agar di balapan yang akan datang saya bisa menjadi lebih baik lagi," ujar Mario Suryo.
Pada debut balapan di lintasan sirkuit internasional tahun ini, dua pebalap binaan Astra Honda Racing School berusia 13 tahun dari Magetan, Jawa Tengah berhasil mencetak 5 podium di 3 seri Thailand Talent Cup 2017 yang dihelat sebanyak dua balapan setiap serinya di Chang International Circuit, Buriram, Thailand. Mohammad Adenanta Putra mengawali balapan perdananya langsung merebut podium pertama dan kedua di seri ketiga (16-17/9) serta podium pertama di seri keempat (3/11). Sementara Mario Suryo Aji tampil sempurna pada dua balapan di seri terakhir dengan meraih podium ketiga dan kedua (2-3/12).

Pebalap Astra Honda Antarkan Indonesia Juara Asia di ARRC 2017

Pebalap Astra Honda Racing Team (AHRT), Gerry Salim, berhasil mengantarkan Indonesia untuk pertama kalinya sebagai juara Asia balapan Asia Road Racing Championship (ARRC) kelas AP250 setelah finis keempat seri pamungkas di Chang International Circuit, Buriram, Thailand (2/12). Kemenangan ini semakin sempurna seiring diraihnya podium pertama oleh pebalap Rheza Danica Ahrens setelah bertarung sengit dengan pebalap Thailand dan Jepang di baris terdepan.
Pebalap Gerry Salim memulai balapan dari posisi ke-3 berdasarkan hasil kualifikasi pada Jumat (1/12). Guna mengunci gelar juara musim balap tahun ini, Gerry Salim menghadapi tantangan berat untuk minimal finis pada posisi keempat balapan pertama seri Buriram ini. Sesaat setelah start, pebalap asal Surabaya ini berusaha masuk barisan pebalap depan namun terpaksa harus terdesak hingga posisi 10 pada lap kedua. Balapan berlangsung sengit dengan selisih waktu yang sangat tipis antar pebalap. Gerry berusaha memacu Honda CBR250RR tunggangannya merangsak maju terus memperbaiki posisinya hingga finis pada posisi ke-4. 
"Balapan hari ini cukup berat karena di awal balapan saya terpukul ke belakang. Banyaknya pebalap di grup kedua menyebabkan saya sulit untuk melepaskan diri dari grup tersebut, sehingga saya memilih untuk konsisten menjaga kecepatan dan posisi saya agar dapat mengunci juara Asia," ujar Gerry Salim.
Dengan finis ke-4 pada balapan pertama seri Buriram ini, Gerry Salim mengumpulkan total poin 199 yang tidak akan terkejar lawan terdekatnya dengan selisih poin 31. Hal ini mengantarkan gelar juara Asia ARRC 2017 kelas AP250 menjadi milik Indonesia. Sebelumnya, kejuaraan ini dimenangkan oleh Jepang pada 2015 dan Thailand pada 2016.
"Saya sungguh senang sekali sudah bisa mengunci juara Asia di ARRC 2017 kelas AP250 pada balapan pertama. Juara asia ini saya persembahkan untuk orang tua saya, tim dan tentu saja untuk Indonesia, terima kasih banyak telah mendukung saya sepanjang balapan ini," lanjut Gerry Salim di tengah suasana haru bersama tim Astra Honda Racing Team dan kedua orang tuanya seusai menuntaskan balapan.
Balapan pertama ARRC Buriram berakhir dengan posisi pertama diraih Rheza Danica Ahrens dari tim balap Astra Honda Racing Team disusul pebalap Thailand dan Jepang, serta Gerry Salim pada posisi keempat.
President Director PT Astra Honda Motor (AHM) Toshiyuki Inuma yang turut hadir memberi dukungan langsung kepada pebalap Astra Honda Racing Team mengungkapkan kegembiraannya melihat prestasi para pebalap binaannya. "Hari ini saya bangga para pebalap menyuguhkan performa terbaiknya. Gerry berhasil mengunci gelar juara Asia dan Rheza pun tampil gemilang hari ini. Terlebih lagi, prestasi ini didukung motor Honda CBR250RR yang kami produksi sendiri di Indonesia. " ujar Toshiyuki Inuma.
Sementara itu Leo Wijaya, Direktur Indako Trading Coy selaku main dealer Honda  di wilayah Sumut mengungkapkan  bahwa gelar Juara Asia dari Gerry Salim serta podium dari Rheza Danica merupakan persembahan terbaik dari kerja keras tim Astra Honda Racing Team dan menjadi kebahagiaan seluruh rakyat Indonesia. “ Sangat berbangga dengan prestasi yang dipersembahkan putra-putra bangsa ini. Raihan ini tentunya semakin menunjukkan keseriusan Honda untuk mengiringi langkah generasi muda mewujudkan mimpi dan menjadi kebanggaan bangsa yang diharapkan memberikan inspirasi bagi generasi lainnya,” ujar Leo Wijaya.

Rheza Kumandangkan Indonesia Raya
Balapan ARRC seri Buriram ini menjadi kemenangan sempurna bagi Indonesia. Rekan setim Gerry, Rheza Danica Ahrens turut mempersembahkan satu lagi kebanggaan bagi bangsa Indonesia melalui raihan podium pertama dan mengibarkan bendera Merah Putih diiringi kumandang lagu Indonesia Raya.
Pertarungan balap yang sengit disuguhkan Rheza Danica sepanjang balapan. Pebalap asal Yogyakarta ini secara konsisten memacu motor Honda CBR250RR bernomor 123 dari start posisi ke-4 dan langsung terlibat aksi salip menyalip antara 3 pebalap terdepan. Rheza mulai berhasil memimpin jalannya balapan pada lap ke-7 kendati tetap ditempel ketat dan terlibat aksi susul menyusul dengan pebalap Thailand dan Jepang yang mengisi posisi 3 besar klasemen sementara. Ketegangan balapan 10 lap diakhiri Rheza Danica pada posisi pertama dengan catatan waktu 19'07.754.
"Saya mencoba menjaga lap time yang konstan dengan target keluar dari group kedua dan berusaha masuk ke group pertama yang diisi duel pebalap Thailand dan Jepang. Pada dua tikungan terakhir sebelum garis finis, saya berusaha semakin fokus untuk menjadi yang tercepat menyentuh garis finis. Ini tahun pertama saya balapan di ARRC. Saya senang bisa capai podium pertama. Pada balap kedua besok saya akan mencoba tampil maksimal kembali," ujar Rheza Danica.
Dua pebalap Astra Honda Racing Team lainnya yang diturunkan pada gelaran ARRC turut memberikan performa maksimal. Awhin Sanjaya finis pada posisi ke-9 kelas AP250, sementara itu Irfan Ardiansyah finis pada posisi ke-15 kelas Supersports 600cc.  

Podium 3 Thailand Talent Cup
Kiprah prestasi anak bangsa di ajang balap internasional juga ditunjukkan pada ajang Thailand Talent Cup. Pebalap asal Magetan, Jawa Tengah berusia 13 tahun, Mario Suryo Aji, mengakhiri balapan yang didominasi pebalap tuan rumah ini pada posisi ke-3 dengan catatan waktu 1'50.803. 
"Alhamdulillah saya berhasil raih podium 3 hari ini. Awal race tidak berjalan dengan sempurna. Saya bahkan sempat berada di posisi 5 selepas tikungan pertama. Tapi saya coba tetap fokus dalam menjaga pace balap saya untuk tetap berada di kelompok pertama. Meski beberapa kali saya sempat slide, saya tetap berusaha konsentrasi dan berjuang semaksimal mungkin dan berhasil meraih podium 3. Saya sangat senang dengan hasil ini karena pebalap tuan rumah juga hari ini bermain sangat baik sehingga menikmati balapan yang seru hari ini," ujar Mario Suryo.
Mario Suryo Aji menjadi pebalap Indonesia satu-satunya yang menjadi andalan dalam kejuaraan Thailand Talent Cup setelah rekan satu negaranya, Muhammad Adenanta Putra terjatuh karena high side di tikungan terakhir saat kualifikasi baru berjalan sekitar 7 menit. Meskipun saat terjatuh Adenanta sudah menempati posisi pertama kualifikasi, namun pebalap yang juga berusia 13 tahun ini tidak bisa ikut balapan karena adanya retak pada pergelangan tangan kiri akibat insiden tersebut.
"Sungguh sedih mengetahui saya tidak bisa balap karena masih pemulihan dari kecelakaan kemarin. Terima kasih untuk Astra Honda Motor atas kesempatan berharga yang diberikan kepada saya di ajang Thailand Talent Cup. Semoga saya bisa mengambil seluruh pelajaran positif di sini dan membawanya sebagai bekal ke level yang lebih tinggi lagi," ujar Adenanta yang turut menyaksikan jalannya balapan dari paddock.


200 Bikers Ikuti Indonesia CBR Raceday


PT Astra Honda Motor (AHM) bersama dengan jaringan main dealernya dan Asosiasi Honda CBR (AHC) menggelar Indonesia CBR Race Day (ICE Day) 2017 di Sentul Internasional Circuit pada 2 Desember 2017 untuk komunitas Honda yang mencintai kecepatan.

Dengan mengusung tema “Its Time for Total Control,” ICE Day 2017 digelar pertama kali bagi pecinta Honda CBR series yang diikuti sebanyak 200 starter. Para bikers Honda ini dapat menguji performa tinggi Honda CBR di lintasan sirkuit sebanyak 6 lap. 

Sebelum melakukan balapan, para peserta akan mendapatkan arahan dari instruktur Astra Honda Racing School M. Fadli Imammudin pada sesi coaching clinic. Setelah itu, para bikers Honda dibagi dalam dua kelas yaitu 250cc dan 150cc. Masing - masing kelas memiliki dua kategori yaitu komunitas dan non komunitas. Pada kategori komunitas, disiapkan tiga level peserta yaitu pemula A, pemula B, dan pemula C. Ketiga level tersebut akan ditentukan berdasarkan bracket time saat sesi kualifikasi. Pada kategori non komunitas, peserta akan dipecah menjadi dua level yaitu tingkat pemula dan advance yang juga ditentukan dengan bracket time. Ajang balap komunitas ini menyediakan total hadiah sejumlah Rp50.000.000,-.

General Manager Marketing Planning & Analysis AHM A. Indraputra mengatakan Honda CBR series yang memiliki DNA balap menjadi pilihan yang disukai para pecinta kecepatan. Oleh karena itu, gelaran Indonesia CBR Race Day ini diharapkan dapat menjadi ruang mengekspresikan diri bagi para bikers pecinta performa tinggi Honda CBR. “Kami berupaya untuk selalu menemani kesenangan dan gaya hidup para bikers Honda, terutama yang tergabung dalam keluarga besar komunitas Honda,” ujarnya.  

Leo Wijaya, Direktur Indako Trading Coy selaku main dealer Honda di wilayah Sumut mengungkapkan pihaknya sangat mendukung digelarnya Indonesia CBR Race Day (ICE Day) 2017 yang digelar bagi pecinta Honda CBR series. “ Kegiatan Indonesia CBR Raceday 2017 dihadirkan untuk menjawab penasaran para pecinta Honda CBR series yang ingin merasakan performa tinggi motor berkonsep Total Control ini layaknya para pebalap Honda di lintasan sirkuit “, ujarnya

Gelaran ICE Day 2017 ini juga dilakukan nonton bareng balapan pertama Asia Road Racing Championship (ARRC) seri akhir, Buriram – Thailand. Hal ini merupakan bagian atas dukungan komunitas Honda kepada pebalap Astra Honda Racing Team (AHRT) yang tengah berjuang pada kelas AP 250 yang menggunakan motor Honda CBR250RR dan kelas Supersport 600.

Pada Indonesia CBR Race Day juga akan dilakukan bikers parade dengan mengelilingi sirkuit Sentul yang dilakukan oleh 600 sepeda motor dari Komunitas CBR, Ikatan Motor Honda Jawa Barat, dan Asosiasi Honda Jakarta. Selain itu, komunitas yang datang juga dapat melakukan riding test dengan menggunakan motor All New Honda CBR 250RR, All New Honda CBR 150R, dan All New Honda CRF 150L.

Aktivitas riding test pun semakin lengkap dengan hadirnya apparel menarik dari Honda CBR dan Honda CRF series. Satu unit servis truck pun hadir pada gelaran ini sehingga pengunjung pun dapat melakukan servis untuk sepeda motor Honda kesayangannya.

Jumlah Pengunjung :