Tuesday, April 7, 2026

Honda Perluas Uji Kompetensi Siswa SMK di Sumatera Utara

 


Komitmen dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan vokasi di Sumatera Utara terus diperkuat oleh PT Indako Trading Coy selaku main dealer sepeda motor Honda melalui pelaksanaan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) siswa SMK yang berlangsung secara berkelanjutan sejak 30 Maret hingga 7 April 2026.

Setelah sukses digelar pada akhir Maret lalu, kegiatan UKK kembali dilanjutkan pada awal April dengan menjangkau lebih banyak sekolah binaan Honda. Adapun pelaksanaan lanjutan ini berlangsung di sejumlah SMK, di antaranya SMK Raksana Medan, SMK PABA Binjai, SMKN 1 Lubuk Pakam, SMK Harapan Bangsa Tanjung Morawa, serta SMK Tri Karya Deli Serdang.

Kegiatan ini diikuti oleh para siswa tingkat akhir dari jurusan Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM) yang menjalani proses uji kompetensi di Tempat Uji Kompetensi (TUK) masing-masing sekolah. Seluruh rangkaian pengujian tetap mengacu pada standar industri Honda dan didampingi langsung oleh instruktur technical berpengalaman.

Para peserta diuji dalam berbagai aspek keterampilan teknis yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja, mulai dari perawatan berkala sepeda motor hingga penguasaan sistem teknologi terbaru Honda. Standar kompetensi yang diterapkan setara dengan mekanik Honda Level 1 (Maintenance Technician), sehingga diharapkan mampu menjadi bekal nyata bagi siswa sebelum terjun ke dunia industri.

Instructor Technical Service PT Indako Trading Coy, Abdi Rahmad, dengan semangat Satu Hati menegaskan bahwa keberlanjutan program ini merupakan bagian dari upaya konsisten Honda dalam mendukung penguatan kualitas lulusan SMK.

“Pelaksanaan UKK yang berlanjut hingga April ini menjadi bukti keseriusan kami dalam memastikan seluruh siswa binaan mendapatkan kesempatan yang sama untuk mengukur kompetensinya sesuai standar industri. Kami berharap pengalaman ini dapat meningkatkan kepercayaan diri dan kesiapan mereka memasuki dunia kerja,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Program Studi TBSM SMKN 2 Medan, Darwin Sinaga, turut mengapresiasi sinergi yang terjalin antara dunia industri dan dunia pendidikan dalam pelaksanaan UKK ini. Ia menilai keterlibatan langsung pihak industri memberikan nilai tambah signifikan bagi siswa.

“Kolaborasi ini sangat membantu sekolah dalam memastikan kompetensi siswa benar-benar sesuai dengan kebutuhan industri. Siswa tidak hanya diuji secara teori, tetapi juga praktik langsung dengan standar kerja yang sesungguhnya,” ungkap Darwin.


No comments:

Post a Comment

Jumlah Pengunjung :